Wednesday, April 23, 2014

Long lost bestfriend

Berbicara tentang sahabat …
Hmmfft, membuat saya menarik nafas panjang. Bukan! Bukan karena tidak bisa menjabarkan, tapi karena tidak tau harus mulai dari mana. Dan membuat saya semakin menyadari betapa pentingnya arti seorang sahabat bagi saya.


Sahabat adalah orang yang mengerti kita, dan kadang dia tidak meminta untuk dimengerti. Sahabat adalah tempat berbagi. Hmm, sounds philosophies isn’t it?
Entahlah, kadang saya tidak perlu mengatakan apa-apa dan sahabat ini seperti dapat membaca pikiran saya. Pada saat saya perlu tempat untuk berkeluh kesah atau bahkan menumpahkan serapah, sahabat bersedia mendengarkan semua yang keluar dari mulut saya.

Sahabat tempat berbagi kesenangan, seperti saat kecengan saya menyatakan cintanya (ehm), pada saat saya lulus sidang sarjana, pada saat saya diterima kerja, pada saat saya menikah, pada saat saya mempunyai anak, bahkan sampai saat-saat kecil yang kadang luput dan tidak pernah kita ingat. Saat mendengarkan lagu favorit (saya yakin itu bukan lagu favoritnya), saat membicarakan hal-hal tidak penting di angkutan umum, saat berbagi bakso di kantin, saat pura-pura galak di depan mahasiswa baru, saat saya tertawa melihat dia menenteng-nenteng 2 ekor ayam hidup ke kampus untuk barbeque (haha, kedengarannya aneh ya?), saat dia rela membeli lampu besar yang saya ingin padahal saya tidak membayarnya, sampai hal-hal kecil lain yang mungkin saya sudah lupa.

Sahabat juga tempat berbagi kesusahan, kesedihan. Seperti pada saat orang tua kita meninggal, berpisah dengan pacar, ditolak bimbingan oleh dosen, mengejar-ngejar angkutan umum pada saat hujan, tidak punya uang dengan amat sangat, memberi semangat untuk tetap berusaha, atau bahkan menangis-nangis untuk mengejar cowok impian (haha, saya tahu hanya saya yang menangis, dia tidak! Dengan alasan laki-laki jarang menangis untuk hal yang tidak penting). Dan banyak hal lain, yang saya lupa tapi tidak mengurangi makna seorang sahabat.

Sahabat adalah orang yang bisa diajak bicara apa saja. Menyenangkan sekali punya seorang sahabat, bahkan untuk membicarakan hal yang tidak penting sekalipun. Cuaca yang selalu mendung, selebritis yang bercerai, lagu dangdut yang sedang populer, politik yang tidak habis-habis, buku yang baru terbit, film yang sedang diputar di bioskop, tagihan kartu kredit yang membengkak, sepatu berwarna pink dengan pita di depannya, warna cat yang cocok untuk rumah, warung yang enak dan murah tapi tidak bersih, semua hal kecil dibicarakan, tentu saja di luar semua hal-hal penting yang dibicarakan dengan konsentrasi penuh dan kadang penuh dengan argumen.


Sahabat adalah orang yang dapat dipercaya. Sebanyak apapun hal-hal yang kita bicarakan padanya, dia selalu dengan rapat menutup mulutnya. Baginya aib bukan untuk dibagi, kesulitan juga bukan untuk diketahui, sahabat selalu menutup semua hal buruk yang kita punya tanpa kita minta.

Sahabat adalah seseorang yang selalu ingat ulang tahun kita. Hmm, seperti sesuatu yang klise. Tapi disadari atau tidak mengingat ulang tahun ada salah satu bentuk kepedulian. Sebenarnya apapun bentuknya perhatian itu, mengingat ulang tahun seseorang dapat dikatakan kita peduli akan seseorang, dengan mengingat salah satu hari penting dalam hidupnya. Sebenarnya semua perhatian ini, tidak hanya dengan mengingat ulang tahunnya saja, dengan mengingat dan terlibat pada moment-moment penting dalam hidupnya adalah bentuk lain dari perhatian itu sendiri. Membantu dan menyemangatinya dalam menyelesaikan tugas akhir, mengingat hari ulang tahu perkawinannya, membantunya pada saat ia sakit, membawakan permen kesukaannya, menulis absennya pada saat ia bolos kuliah (ups!), mengantarkannya pulang saat terlalu malam, mengingatkannya saat ia memakai baju terlalu ketat, bahkan mengirimkan pesan singkat pada saat mereka sudah tidak bertemu sekian lamanya.

Sahabat adalah orang yang selalu mengingatkan. Apabila kita berbuat salah, seorang sahabat akan mengingatkatkan. Apabila kita sudah berbuat kelewatan seorang sahabat akan mengingatkan. Apabila kita sudah menyakiti seseorang seorang sahabat akan mengingatkan. Apabila kita lupa untuk beribadah seorang sahabat akan mengingatkan. Apabila kita sudah merokok terlalu banyak seorang sahabat akan mengingatkan. Apabila kita sudah terlalu sering bolos kuliah seorang sahabat akan mengingatkan. Apabila sudah terlalu gemuk (aha!) seorang sahabat juga akan mengingatkan. Sahabat selalu mengingatkan untuk memperbaiki segala kesalahan.

Sahabat adalah seorang sahabat. Yang ada saat kita butuhkan, yang selalu ada meskipun berjauhan, yang selalu menjadi bagian dalam hidup kita. Semua orang membutuhkan sahabat, jauh maupun dekat. Sahabat juga datang dan pergi meski dia tidak pernah benar-benar pergi. Sahabat adalah sahabat yang nama dan nomornya selalu ada di hand phone kita meski mungkin nomernya telah berganti. Sahabat akan selalu ada. Semoga orang terdekat dalam hidup kita sekarang adalah seorang sahabat.

[Thanks for all my best friend present and past, u guys always there! And big hugs for my soul mate, for being such a great best friend]

No comments:

Post a Comment