Friday, May 2, 2014

Rumah Makan Tangek : sederhana tapi istimewa

Setelah hari-hari mie rebus selama camping di Gunung Puntang atau setelah perjalanan menyusuri kebun teh Malabar di daerah Pangalengan sana. Yang dibutuhkan hanya makanan lezat yang tersaji di depan perut yang lapar berat.

Dari arah perkebunan teh Malabar, anda tinggal menuju arah pulang ke Bandung. Buka mata lebar-lebar karena di sebelah kiri anda akan ada sebuah rumah makan yang layak kunjung. Atau apabila anda dari arah Gunung Puntang pun rasanya tidak berlebihan kalau sedikit balik arah ke arah perkebunan teh sedikit saja demi semua makanan lezat setelah hari-hari mie rebus tadi.

Rumah Makan Tangek, sebuah rumah makan sederhana yang menyajikan makanan khas Sunda. Yang kalau menurut saya rasanya tidak biasa. Rumah makan ini berada di JL Raya Pangalengan km. 30 dengan tempat makan yang kental dengan nuansa tradisional Sunda.

Courtesy of RM Tangek blogspot
Jenis makanan yang bisa dipesan seputar makanan Sunda tadi. Harganya juga tidak terlalu mahal. Tempatnya bersih lengkap dengan udara dingin dan pemandangan ke arah gunung di belakangnya. Soal rasa tidak perlu ditanya, boleh diadu dengan restoran-restoran Sunda chain ternama. Coba saja dua jenis sambal yang tersaji untuk menemani lauk-lauk yang ada, ada sambal kencur dan sambal terasi yang sedikit saja rasa terasinya. Dibuat dadak dengan rasa yang istimewa. Setelah hari-hari mie rebus, rasanya tidak berlebihan kalau saya pesan nasi liwet, ayam goreng, ayam bakar, gurame goreng, pepes ikan mas, sate maranggi, sayur asem dan tahu tempe. Maafkan saya memang rakus.

Super!
Untuk makan ber-empat sampai ber-enam
Selamat mencoba.

Thursday, May 1, 2014

Antara niat dan susu murni

Dulu saya pengikut gerombolan semua tergantung niat. Dengan catatan niat baik ya.. Kalau niat yang ga baik alias niat yang pada dasarnya jelek ya ga diitung. Jelek ya udah, jelek aja ga usah dibawa-bawa.

Ada yang bilang kalau niat-nya baik, semoga hasilnya juga baik. Ada juga yang bilang, yang penting niat-nya. Duh, sebegitu rumitnya kah si niat ini? Katanya lagi, ga rumit ko..Kan yang penting niat.

Dan ternyata itu jadi rumit. Setidaknya buat saya. Engga maksud dibuat rumit sih. Bisa-bisa saya ditimpuk orang-orang pengikut take life easy. Tapi ternyata setelah setiap melakukan sesuatu yang katanya semua tergantung si niat tadi, saya jadi merasa ada yang tidak cukup. Merasa ada yang kurang. Ternyata niat saja tidak cukup.

Mungkin setahun yang lalu, saya merasa si niat ini jadi belum cukup. Di suatu hari baik, tahun yang lalu saya mendengar seseorang berbicara tentang niat. Dan setelah memikirkan berulang-ulang, mendengar berulang-ulang. Mungkin memang benar niat saja belum cukup. Terkenang lagi semua kejadian-kejadian yang tergantung niat tadi. Niat yang baik ya.

Menolong orang miskin, membayar zakat, membantu orang tua menyebrang, meminjamkan uang pada seorang yang membutuhkan, menyantuni anak yatim, bersedekah, membacakan buku bagi orang buta, menciptakan lapangan pekerjaan, mengajarkan sesuatu pada orang lain, menaati peraturan pemerintah, membayar pajak, menjadi orang tua asuh, tidak mencontek pada saat ujian, buang sampah pada tempatnya, sholat 5 waktu bahkan lebih, menanam pohon, dan semua hal yang terdengar baik tadi ternyata tidak cukup hanya dengan niat. Bukan semata karena niat baik.

Niat baik ini bagi saya ternyata harus diawali dengan niat karena Allah SWT. Niat awal yang ternyata kunci dari segala niat baik. Karena Allah tadi. Niat baik, ternyata jadi penting saat kita tanya baik di depan siapa? Saya selalu berusaha mengingat analog si niat baik tadi. Sama dengan analog susu murni. Sebutlah saya membeli segelas susu murni, 100% murni susu sapi. Tapi jika saya bilang pada penjual, beri setetes sirup strawberry atau setengah sendok teh gula. Apakah susu itu tetap jadi susu murni? Setetes loh, sirup-nya cuma setetes. Buat saya itu bukan susu murni lagi.

Mulai saat itu saya jadi takut. Takut kalau niat-nya jadi tidak murni lagi. Memang niatnya baik tapi tidak murni. Niat menolong kalau dilihat orang. Niat bersedekah kalau diumumkan. Niat sholat ke mesjid supaya terkenal. Niat memberi dengan harapan kembali. Atau niat bersedekah dengan harapan datang berlipat-lipat lagi. 

Bisa kah kita berbuat baik dengan niat tanpa pamrih? Bisa. Dengan niat yang murni tadi. Ternyata luruskan niat itu buakan semata-mata baik dan buruk. Tapi niat yang lurus. Kalau sudah berbuat baik jangan menginginkan balik. Kalau sudah berniat baik jangan diingat lagi dan berdoa semoga lupa. Kalau belum juga lupa, ingat saja penjual susu murni tadi.

Mayday is pancake day!

Happy May everyone. Enjoy the morning pancake :)


Wednesday, April 30, 2014

Tekka Market : Pasar basah serba ada

Kalau kebetulan anda berkunjung ke Singapura dan kangen dengan pasar basah yang becek dan benar-benar basah, ini tempatnya. Atau kalau anda memang tinggal di Singapura dan perlu membeli keperluan dapur dan segala tetek bengeknya, ini juga tempatnya.

Saya penggemar pasar. Entah pasar becek, pasar malam, pasar loak, semua pasar yang sifatnya tradisional saya suka. Don't get me wrong, saya juga belanja di pasar-pasar modern seperti ibu-ibu pada umumnya. Tapi entah mengapa saya selalu penasaran untuk berkunjung ke pasar tradisional kalau saya mengunjungi suatu kota.

Balik lagi ke Tekka Market ini. Sebenarnya cukup gampang untuk bisa sampai ke tempat ini. Kalau anda sudah terbiasa dengan rute-rute MRT di kota ini apalagi. Tinggal mengikuti MRT garis ungu, dan berhenti di stasiun Little India, naik tangga ke ground level dan anda sudah berada di depan pasar ini.

Tekka in and out
Hampir semua ada di pasar ini, kecuali produk dairy sepertinya. Tapi saya tidak bermaksud membeli susu dan keju disini. Dan meski ada di daerah Little India, Tekka Market ini penjual dan penjaga kios-nya separuhnya bermuka Asia-China. Harganya tidak bisa ditawar, tapi jangan khawatir harganya sudah murah, kecuali untuk buah. Harga barang-barang disini ampir separuh harga di pasar-pasar modern aka super market.

Buah yang menurut saya harganya cukup mahal
Ada berpuluh kios daging seperti ini
Hasil hari ini :)
Selamat berburu.

Tuesday, April 29, 2014

Teh pagi : Banana Muffin

I'm not a big fan of banana within a cake or muffin or bread.
My son does. But this one is fluffy enough to make my morning tea perfect.
Anyone?

My mini yummy muffins

Tea and muffin, never been so good